Awal bulan januari 2008 status perasaan,pikiran dan badan ini sungguh lelah entah kenapa ?????? entah sesuatu atau aku sendiri yang tdk bisa menerima semua kenyataan dan perubahan yang terjadi di lingkunganku. Hari rabu 09 Januari 2008 aku membeli sebuah buku yang bertajuk HIDUP TANPA DUSTA penulis AKRAM MISBAH UTSMAN penerbit Insal Kamil disampul depan buku ini ada sebuah kalimat ” Sebuah tuntunan islami agar jujur menghiasi setiap diri dan dusta terusir dari relung hati sehingga hidup dinaungi sifat suci yang akan membuat indah dunia ini “.Mungkin sesuatu yang sudah di atur agar sesuai dengan jalur tdk mudah untuk disajikan kepada sekelompok orang, perseteruan di dalam pikiranku inilah yang membuat badan dan pikiran aku menjadi lelah. Seingatku beban yang paling berat yang pernah aku alami adalah ketika harus menerima kenyataan Ayahku tercinta Anwar Fauzie ( Alm ) meninggal dunia setelah dirawat 2 hari karena sakit Stroke di rumah sakit Dr.Soetomo pada hari sabtu tahun 1992 jam 19.30 malam. Beban yang aku rasakan sebenarnya karena SEBUAH JANJI sebuah kata-kata manis yang keluar dari mulut tanpa beban( yang menguntungkan si pembuat janji ) dan kenapa aku bisa menerima janji itu tanpa kuperhitungkan dahulu sungguh booooodooooh sekali padahal janji itu adalah BOHONG BESAR menurut aku saat ini, tetapi kembali lagi aku berpikir apa ini yang disebut jalan hidup. Dan yang paling penting disaat aku berjibaku dengan kata JANJI DAN DUSTA seorang penjual buku datang ke meja kerjaku menawari beberapa buku toh pilihanku tertuju pada buku ini sungguh hatiku menyesal kenapa pikiranku terkuras oleh hal-hal yang sudah berjalan dan tdk bisa aku ulangi . Ibuku, istriku dan anak-anakku adalah Emas didalam hatiku karena mereka semua aku bisa melalui perjuangan bathin yang tdk kelihatan secara kasat mata sungguh sulit memang menghapus kata-kata manis yang selalu terngiang-ngiang padahal semua sudah berlalu lebih dari beberapa tahun.
Pernah seorang kawan bercerita tentang keadaan yang hampir sama seperti yang aku alami dan waktu itu aku berkata kepada kawanku ” Diterima aja, jalani dan berdoa ” ringan itu semua lepas dari mulutku tanpa beban dan perasaan . wouwwww setelah aku menjalani sendiri ternyata berat sekali karena kita bermain dengan pikiran dan perasaan sendiri.
1 response so far ↓
Ucupz // Januari 23, 2008 pada 4:13 am
Ehm …
1. Sebaiknya jangan sekali-kali posting sebuah blog tanpa ada judul karena lewat judul inilah pembaca akan mengawali sebuah fantasi dari isi sebuah tulisan. Pendek kata judul adalah “The Beginning of All” tanpa judul sebuah tulisan tidak ada harganya karena roh dari tulisan itu sudah hilang sejak awal.
2. Hindari panjang paragraf yang terlalu padat, diperbolehkan untuk lebih padat asal tidak korelasi cerita pada paragraf yang sama.
3. Pada paragraf terakhir berikan kata-kata sebagai “killing word” dari tulisan kita. Istilahnya kesimpulan atau sebagai penegas.
Yach .. maaf kalau komentar dari saya selalu tidak mengenakkan. Jangan menyerah ya Pak Pulung.